PULUHAN ide bisnis, peluang investasi, hingga strategi membangun usaha dibahas dalam Youngpreneur Talk yang diselenggarakan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA) sebagai bagian dari rangkaian Festival Perumahan Rakyat dan UMKM 2026 di Gedung Wanita Karanganyar, Kamis (9/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa serta perwakilan siswa SMA dan SMK dari berbagai sekolah di Kabupaten Karanganyar.
Mengusung tema “Unlocking the Next Level of Youth Enterprise: A Synergy of Property & UMKM”, talkshow ini menjadi ruang inspiratif bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat peluang berwirausaha melalui sinergi sektor properti dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui forum tersebut, peserta tidak hanya memperoleh wawasan bisnis, tetapi juga motivasi untuk berani memulai usaha sejak usia muda.

Ketua Umum HIPMI PT UMUKA, Muhammad Ardiansyah, menegaskan bahwa generasi muda perlu mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Menurutnya, kolaborasi antara sektor properti dan UMKM membuka peluang besar yang dapat dimanfaatkan oleh anak muda untuk mengembangkan usaha yang berkelanjutan.
"Melalui forum ini kami ingin menunjukkan bahwa sektor properti dan UMKM memiliki potensi besar jika disinergikan. Kami berharap mahasiswa maupun pelajar SMA/SMK yang hadir dapat memperoleh wawasan dari para praktisi dan memiliki keberanian untuk memulai usaha sejak dini. Generasi muda adalah motor penggerak inovasi yang akan menentukan arah pertumbuhan ekonomi daerah," ujarnya.

Talkshow menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi bisnis, yakni Kaprodi S1 Bisnis Digital UMUKA Saefudin, S.M., M.B.A., Ketua Umum BPC HIPMI Karanganyar Hervan Miftah Hafidin, S.IP., M.A., serta Muhammad Ardiansyah. Diskusi yang dipandu Novita W.I. berlangsung interaktif dengan mengangkat berbagai topik, mulai dari strategi membangun bisnis, transformasi digital, hingga peluang investasi di sektor properti.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UMUKA yang diwakili Wakil Rektor I Prof. Dr. H. Ali Imron Al-Ma'ruf, M.Hum., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan perguruan tinggi sekaligus membangun kolaborasi dengan dunia usaha.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga melahirkan wirausahawan muda yang inovatif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman.
"UMUKA terus mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, mandiri, dan memiliki jiwa entrepreneur. Sinergi antara perguruan tinggi, HIPMI, dunia usaha, serta pemerintah menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem kewirausahaan yang kuat sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah," tutur Prof. Ali Imron.
Ia menambahkan, kegiatan seperti Youngpreneur Talk merupakan media yang efektif untuk mempertemukan mahasiswa dengan pelaku usaha sehingga tercipta transfer pengalaman, pengetahuan, serta jejaring yang sangat dibutuhkan dalam membangun dan mengembangkan bisnis.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kepemilikan hunian bagi generasi muda, panitia juga menyerahkan secara simbolis voucher potongan harga perumahan senilai total Rp200 juta kepada 100 peserta. Program tersebut menjadi salah satu daya tarik dalam rangkaian Festival Perumahan Rakyat 2026.
Setelah sesi talkshow, peserta berkesempatan mengunjungi area pameran yang menampilkan puluhan pengembang perumahan dan stan UMKM lokal. Beragam produk unggulan, mulai dari kuliner, fesyen, hingga kerajinan, dipamerkan sebagai wujud potensi ekonomi kreatif daerah sekaligus membuka peluang kolaborasi antara pelaku usaha dan calon wirausahawan muda.
Suasana festival semakin meriah dengan hadirnya wahana hiburan keluarga Berkah Ria 6 yang dipadati pengunjung dari berbagai kalangan. Melalui perpaduan edukasi, promosi bisnis, dan hiburan, Festival Perumahan Rakyat dan UMKM 2026 menjadi wadah yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga memperkuat semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda sebagai calon penggerak ekonomi masa depan.


