Karanganyar, 11 Juni 2026 – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan transformasi media modern, Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Bisnis (FKB) Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA) menyelenggarakan talkshow bertajuk “CIA: Beyond The Classroom” dengan tema “Peran Mahasiswa Komunikasi dalam Menghadapi Perkembangan Media Modern.” Kegiatan yang berlangsung di Studitorium UMUKA ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan langsung dari para praktisi media dan industri kreatif.
Talkshow ini menghadirkan tiga narasumber yang berpengalaman di bidangnya, yaitu Fermansyah Rachmad Fathoni selaku Film Director Redring, Rizqulli, S.Sos.I., M.I.Kom. selaku Social Media Manager Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dan Widiyanto selaku Pimpinan Redaksi TATV Solo. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami dinamika dunia komunikasi yang terus berkembang, sekaligus mengenal berbagai peluang karier yang dapat ditekuni di masa depan.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Dekan Fakultas Komunikasi dan Bisnis UMUKA, M. Amir Anshori, S.M., M.M. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa perkembangan media digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia komunikasi. Oleh karena itu, mahasiswa perlu membekali diri dengan kompetensi yang relevan agar mampu beradaptasi dan bersaing di era digital.
“Mahasiswa Ilmu Komunikasi tidak cukup hanya memahami teori di dalam kelas. Mereka juga harus mampu melihat realitas industri, memahami perkembangan teknologi komunikasi, serta mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis agar siap menghadapi tantangan dunia kerja,” ujarnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UMUKA, Romi Iriandi Putra. Ia menjelaskan bahwa kegiatan CIA: Beyond The Classroom merupakan bagian dari komitmen program studi untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan industri.
“Kami ingin mahasiswa mendapatkan perspektif yang lebih luas mengenai dunia komunikasi. Kehadiran para praktisi diharapkan mampu memberikan gambaran nyata tentang tantangan, peluang, dan kompetensi yang dibutuhkan di industri media saat ini,” ungkapnya.

Pada sesi pertama, Fermansyah Rachmad Fathoni membahas perkembangan industri kreatif dan perfilman yang semakin terbuka bagi generasi muda. Ia menekankan pentingnya kreativitas, kemampuan bercerita, serta keberanian dalam menghasilkan karya yang memiliki nilai dan dampak bagi masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa komunikasi memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam industri kreatif apabila mampu memadukan kemampuan teknis dengan ide-ide inovatif yang relevan dengan perkembangan zaman.
Sementara itu, Rizqulli, S.Sos.I., M.I.Kom. mengulas peran media sosial sebagai salah satu sarana komunikasi yang paling berpengaruh di era digital. Ia menjelaskan bahwa media sosial tidak hanya menjadi ruang berbagi informasi, tetapi juga media untuk membangun reputasi, memperluas jejaring, serta menciptakan peluang profesional.
“Saat ini setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk membangun personal branding melalui media digital. Karena itu, mahasiswa harus mampu memanfaatkan media sosial secara kreatif, strategis, dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Widiyanto, Pimpinan Redaksi TATV Solo, yang membahas tantangan dunia jurnalistik dan penyiaran di tengah derasnya arus informasi digital. Ia menyoroti pentingnya menjaga akurasi, kredibilitas, dan etika dalam penyebaran informasi, terutama di era ketika informasi dapat dengan mudah diproduksi dan disebarluaskan oleh siapa saja.
Menurutnya, mahasiswa komunikasi memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat melalui kemampuan literasi media yang baik dan sikap kritis terhadap berbagai informasi yang beredar di masyarakat.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang mendapatkan antusiasme tinggi dari peserta. Berbagai pertanyaan mengenai strategi membangun karier di dunia media, pengembangan konten digital, hingga tantangan industri komunikasi modern menjadi topik yang menarik perhatian mahasiswa.
Melalui kegiatan CIA: Beyond The Classroom, Program Studi Ilmu Komunikasi UMUKA berharap mahasiswa semakin termotivasi untuk mengembangkan kompetensi komunikasi, kreativitas, kemampuan adaptasi, serta literasi digital yang kuat. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen UMUKA dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga memberikan pengalaman langsung melalui interaksi dengan para praktisi dan profesional di bidang komunikasi.
HUMAS UMUKA SOLO


